
Jakarta – Xpeng tengah bernegosiasi dengan Volkswagen (VW), dan produsen mobil lainnya mengenai pembelian pabrik di Eropa. Pasalnya, jenama asal Tiongkok tersebut, sedang berupaya untuk memperluas penjualannya di pasar internasional.
Elvis Cheng, Direktur Pelaksana Xpeng untuk Eropa Timur Laut mengatakan diskusi dengan Volkswagen ini, terkait kemungkinan mencari lokasi produksi di Benua Biru.
Saat ini, Xpeng memproduksi kendaraannya di pabrik Magna Steyr di Austria. Fasilitas tersebut telah memproduksi model G6 dan G9 milik Xpeng, sejak September 2025 untuk mengantisipasi tarif tinggi Uni Eropa.
Namun, Cheng mencatat bahwa lini produksi kontrak yang ada saat ini sudah kehabisan kapasitas. Xpeng juga menyelesaikan produksi uji coba sedan listrik P7+ 2026, di pabrik Austria pada Januari.
Sementara itu, berdasarkan laporan Financial Times, Xpeng juga akan mempertimbangkan untuk membangun pabrik manufaktur baru di Eropa.
Cheng menambahkan bahwa tidak semua pabrik yang ada dapat memenuhi persyaratan produk baru, dan menyebut pabrik Volkswagen sebagai ‘agak tua’.
Pembicaraan ini berlangsung di tengah melemahnya permintaan, dan meningkatnya persaingan di Eropa yang dihadapi Volkswagen. Produsen mobil asal Jerman inipun menjalani program restrukturisasi besar-besaran.
Mengurangi Kapasitas
Volkswagen berencana mengurangi kapasitas tahunannya sekitar 750.000 unit kendaraan pada 2030.
Perusahaan juga berupaya memangkas kapasitas tahunan lebih lanjut, sebanyak 500.000 unit di seluruh Eropa, dengan fokus kepada pabrik-pabrik yang kurang dimanfaatkan.
CEO Volkswagen, Oliver Blume mengatakan pada akhir bulan lalu, bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan mitra-mitranya di Tiongkok untuk menggunakan sebagian dari kelebihan kapasitas produksi di Eropa.
Kedua perusahaan tersebut telah menjalin kemitraan yang erat. Volkswagen menginvestasikan US$ 700 juta pada 2023, untuk mengakuisisi sekitar 5 persen saham di Xpeng.